Rahasia Arti Momen Pernikahan
PENGERTIAN PERNIKAHAN
Pernikahan adalah sebuah momen besar yang akan dikenang sepanjang hidup seseorang. Bagaimana tidak, pernikahan menyatukan dua manusia menjadi satu keluarga, bersama mengarungi samudra kehidupan dalam suka maupun duka. Pernikahan membuat manusia memulai hidup baru sebagai pasangan, meninggalkan status single menjadi married, dan tentunya awal dari sebuah keluarga baru akan dibangun. Menikah menjadi sebuah hal yang sangat di idam-idamkan oleh manusia sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, dan sebagai bentuk perwujudan saling kasih mengasihi yang diikat dengan sebuah hubungan atau ikatan yang sah. Menikah merupakan jalan untuk menyalurkan hasrat yang harus di salurkan ketika seseorang sudah memasuki fase pematangan sel telur dan sperma.
Sedangkan menurut UU PERKAWINAN NO.1 TAHUN 1974 ;
“Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”
Menurut Bachtiar (2004) ;
“Definisi Pernikahan /Perkawinan adalah pintu bagi bertemunya dua hati dalam naungan pergaulan hidup yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama, yang di dalamnya terdapat berbagai hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pihak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, bahagia, harmonis, serta mendapat keturunan. Perkawinan itu merupakan ikatan yang kuat yang didasari oleh perasaan cinta yang sangat mendalam dari masing-masing pihak untuk hidup bergaul guna memelihara kelangsungan manusia di bumi.”
MENGABADIKAN MOMEN-MOMEN BAHAGIA
Mengabadikan saat-saat penuh bahagia di hari pernikahan pastilah menjadi bagian tak terpisah dari rangkaian acara di hari istimewa Anda. Setiap momen penuh arti diabadikan dalam bentuk video maupun Foto Pernikahan. Anda akan dibuat super sibuk untuk menyiapkan acara pernikahan yang sempurna. Salah satu persiapan yang menjadi tradisi masyarakat selama ini antara lain pengajian, siraman, midodareni, akad nikah, resepsi, dan beragam acara pendukung lainnya. Berbagai pernak-pernik pernikahan juga perlu dipersiapkan.
Bagi seorang wanita, gaun pernikahan merupakan salah satu hal yang dipastikan harus tampil sempurna dengan sang mempelai. Selain itu, juga harus nampak elegan serta mencerminkan kepribadian dan kecantikan dari mempelai wanita. Kebanyakan wanita ingin menjadi seorang putri, maka mutiara adalah salah satu media yang bisa membuat wanita tampak menjadi seperti seorang putri.
Karena itu jugalah kepopuleran mutiara untuk digunakan sebagai pernak pernik dalam sebuah gaun pernikahan sangatlah tinggi. Karena pada sebuah pesta pernikahan wanita berharap dapat menjadi seorang putri sesaat dan menjadi pusat perhatian dari semua tamu undangan. Mutiara bisa digunakan dalam berbagai bentuk aksesoris, salah satunya adalah kalung. Ini adalah jenis aksesoris yang paling umum dimana mutiara digunakan sebagai salah satu bahannya. Selain menjadi kalung, mutiara juga bisa digunakan sebagai gelang serta hiasan untuk gaun anda.
Tapi bukan berarti seluruh sumber daya finansial yang dimiliki dihabiskan hanya untuk sebuah acara pernikahan saja. Masih banyak pengeluaran lain setelah itu yang sebaiknya diprioritaskan, misalnya untuk membeli rumah dan kendaraan sendiri, serta dana pendidikan anak-anak nanti tentunya.
Ketika seseorang siap menikah yang perlu diperhatikan bukanlah biaya untuk acara pernikahannya, melainkan biaya hidup setelah itu agar bisa mandiri. Untuk bisa mendapatkan momen pernikahan yang indah, tidak harus dilakukan dengan mewah. Triknya adalah dengan mengantisipasi beberapa faktor yang sangat menentukan besar kecilnya biaya yang diperlukan. Ada banyak kata yang bisa mengungkapkan sebuah pernikahan, namun seyogyanya sebuah pernikahan adalah bagamana memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
TIPS MENGHINDARI PERCERAIAN
Hal yang mengeherankan malah muncul dalam kehidupan kita sehari-hari sejalan dengan perkembangan zaman. Begitu banyak pasangan suami istri yang saling menggugat untuk melakukan perceraian dengan berbagai alasan yang mereka alami.
Dalam Islam perceraian diperbolehkan, namun perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Melihat media massa yang terus menerus menayangkan atau menampilkan masalah perceraian, sangat mengetuk hati banyak orang disebabkan karena hal tersebut sangat berimbas kepada anak yang tidak punya kesalahan dan tidak berdosa. Perkembangan psikologi anak sangat dipengaruhi oleh keadaan di sekitarnya. Orang tua adalah orang yang selalu berada dan bersama dengan anak akan merasakan kesedihan, keterpukulan dan merasakan hal-hal yang bisa membuat anak cenderung menjadi anak yang pendiam namun memendam banyak rasa.
Menikah merupakan media untuk mencurahkan dan menumpahkan rasa antara dua insan dan dengan ikatan tersebut bisa membawa mereka ke jenjang yang lebih termasuk mengasuh dan membesarkan anak dalam berbagai masalah yang harus dengan sabar untuk dilalui.
Dalam pernikahan pasti ada keluh dan kesah, susah dan senang, sedih dan bahagia namun itulah seni dalam berumah tangga. puncak dari kebahagiaan adalah adanya anak yang lahir dari benih dan dari perempuan yang dicintai. Mempersatukan dua karakter yang berbeda adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan, namun hal itu adalah seni yang mesti dilalui oleh pasangan suami istri.
Kunci dari responden yang telah menikah dalam menghadapi masalah rumah tangga adalah saling pengertian, bersabar, perhatian dan kasih sayang, dan saling menjaga satu sama lain.Menurut responden yang lain mengatakan bahwa pernikahan itu memiliki fase-fase yang akan mengalami klimaks, yakni awal pernikahan, 5 tahun usia pernikahan, kemudian 8 tahun usia pernikahan, dan seterusnya. dan melalui kunci pengertian, sabar, perhatian dan kasih sayang maka semua dapat diatasi.
Menikah adalah hal yang indah, namun butuh kesabaran, perhatian, kasih sayang dan perhatian adalah kuncinya.
Seperti tercermin dalam kisah pendek yang sangat menyentuh hati dibawah ini ;
Suami saya adalah seorang Insinyur, saya mencintai karakternya yang mantap dan saya mencintai perasaan hangat saat saya berbaring di bahu lebarnya.
Tiga tahun masa berpacaran, dua tahun menikah; harus saya akui bahwa saya mulai merasa lelah. Alasan saya dahulu mencintainya telah berubah menjadi penyebab semua perasaan gelisah.
Saya adalah seorang wanita yang sentimentil dan sangat sensitif ketika berkaitan dengan nilai sebuah hubungan dan perasaan, saya merindukan masa-masa romantis bagai seorang gadis kecil mengharapkan permen manis. Sedangkan suami saya adalah kebalikan saya, sifat yang tidak sensitif dan ketidak mampuan untuk menghadirkan momen romantis dalam pernikahan kami telah mengecilkan arti cinta di dalam hati saya. Suatu hari saya akhirnya memutuskan untuk mengatakan kepadanya mengenai sebuah keputusan besar, bahwa saya ingin bercerai.
"Kenapa?" tanyanya, sambil terkejut. "Aku lelah, aku merasa tidak ada alasan untuk mempertahankan semua ini!" jawab saya. Dia terus terdiam sepanjang malam, sepertinya berpikir sangat dalam dengan ditemani rokok yang terus menyala. Perasaan kecewa saya semakin mendalam, hadir di depan saya seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan kesulitannya, apa lagi yang dapat saya harapkan dari dia? Dan akhirnya dia bertanya kepada saya : "Apa yang dapat aku lakukan untuk mengubah pikiranmu?"
Seseorang pernah berkata, sangat sulit untuk mengubah kepribadian seseorang, dan saya merasa telah kehilangan kepercayaan terhadapnya. Sambil menatap matanya dalam-dalam saya menjawab : "Aku akan menanyakan sebuah pertanyaan, jika kau dapat menjawabnya dan meyakinkan hatiku, aku akan berubah pikiran. Misalkan, aku menginginkan sekuntum bunga yang berada di tebing gunung yang curam, dan kita berdua tahu bahwa dengan mengambil bunga itu akan mengakibatkan kau meninggal, apakah kau tetap akan melakukannya buatku?" Dia menjawab : "Aku akan memberikan jawabannya besok..." Harapan saya pun kandas dengan mendengar respon seperti itu.
Saya bangun keesokan paginya dan tidak menemukan dia, namun sebagai gantinya ada sebuah kertas bertuliskan sesuatu di meja makan dekat pintu depan di bawah gelas susu, yang berkata... "Sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tapi biarkan aku menjelaskan alasannya lebih jauh..." Baris pertama telah menghancurkan hati saya. Namun saya terus membaca.
"Ketika kau menggunakan komputer dan kau selalu mengacaukan program-program di dalamnya, kau menangis di depan monitor. Aku harus menyimpan jari-jariku supaya aku dapat membantu memulihkan program-program yang kacau tersebut. Kau selalu ketinggalan kunci rumah sebelum berangkat, sehingga aku harus memelihara kaki-kakiku supaya dapat berlari untuk membukakan pintu untukmu. Kau suka bepergian tapi kau selalu kehilangan arah di sebuah kota baru, aku harus menjaga mataku untuk menunjukkan jalan kepadamu. Kau selalu mengalami keram ketika "sahabat baik"mu datang setiap bulan, aku harus menjaga telapak tanganku supaya aku dapat menenangkan keram di perutmu. Kau suka berada di dalam rumah, dan saya kuatir kau akan terjangkit penyakit autis. Aku harus menjaga mulutku supaya dapat bercerita lelucon-lelucon dan kisah-kisah menarik untuk menyembuhkan rasa bosanmu. Kau selalu menatap layar komputer, dan hal itu tidak baik bagi matamu, aku harus memelihara mataku supaya saat kita tua, aku dapat membantumu menggunting kuku dan membantumu mencabut rambut-rambut putih yang menjengkelkan. Juga supaya aku dapat menggandeng tanganmu ketika berjalan menyusuri pantai, sambil menikmati sinar mentari dan pasir yang indah... Dan memberitahumu warna bunga-bunga yang berseri seperti wajah mudamu... Demikian, sayangku, kecuali aku yakin bahwa ada seseorang yang dapat mencintaimu lebih dari aku... Aku tidak akan memetik bunga itu, dan mati..."
Air mataku jatuh menetes di atas kertas, memudarkan tinta tulisan tangannya... dan saat saya meneruskan membaca... "Sekarang, setelah kau selesai membaca jawabanku, jika kau puas, tolong bukakan pintu depan karena aku sedang berdiri di sana sambil membawa roti dan susu segar kesukaanmu... Saya berlari membuka pintu depan, dan melihat wajahnya yang penasaran, dengan kedua tangannya mencengkram sebotol susu dan sepotong roti...
Sekarang saya sangat yakin bahwa tidak akan ada orang lain yang mencintai saya seperti dia, dan saya memutuskan untuk tidak memetik dan membiarkan bunga bunga itu di tebing...
Itulah hidup dan cinta. Ketika seseorang diselimuti cinta, perasaan yang meluap mulai memudar, dan seseorang cenderung untuk mengacuhkan cinta sejati yang justru menjadi dasar dari perasaan yang ada.
Cinta hadir dalam berbagai bentuk, kecil maupun besar; cinta tidak pernah hadir dalam sebuah model tertentu, ia bisa menjadi bentuk yang paling membosankan... Bunga-bunga, dan momen-momen romantis hanya digunakan dan muncul di permukaan dari sebuah hubungan. Dasar dari semua ini, sebuah pilar cinta sejati berdiri... dan itulah hidup kita... Cinta, bukan kata-kata yang mengatasi segalanya...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar